Sabtu, 11 Agustus 2012

Sakau Cuko

Kalau dilihat dari judulnya, udah pada tau belom nih topik pembahasan kita kali ini? Yaudah kalo belom nangkep, kita urai satu-satu deh arti kata dari judulnya.

Sakau, sebenernya kan singkatan dari sakit akibat putau. Tapi disini kita artikan saja sebagai rasa butuh dan ingin yang amat sangat. Supaya gak salah pengertian nangkepnya ini artikel bukan kearah narkoba loh. Sengaja pilih kata ini biar lebih mendramaisasi gitu deh. Hehehe.

Cuko, kuah pedas temen makan pempek. Emang cara orang Palembang nyebutnya gitu, cuko. Kalo orang yang make Bahasa Indonesia rata-rata bilangnya cuka. Karna mungkin mikir itu dialek Palembang. Tapi gak pas deh, cuka itu yang warna putih yang biasa dipake orang masak itu lohh. Jadi emang beda antara cuka dan cuko.

Jadi kalo diartikan, maksud dari sakau cuko itu adalah rasa ingin yang amat sangat terhadap cuko. Emm sebenernya kurang lengkap juga kalo cuma cuko nya doank, sekalian sama pempek nya dehh. Kan cuko dan pempek itu tak terpisahkan, makan pempek tanpa cuko rasanya kurang lengkap. Ya bisa dibilang ada cuko ada pempek lahh.

Ehh bisa dibuat gombalan tuhh, lumayan kalo nanti twitter @anjinggombal ngadain lomba gombal dengan tema makanan. Kira-kira bunyinya gini: aku dan kamu itu kayak pempek dan cuko, ada untuk saling melengkapi. #eeaa hahahahaha, intermezo dikit lahh ;)

Ok kembali ke topik utama.

Jadi ini saya rasakan sewaktu saya udah lama bener gak balik ke Palembang. Saya kuliah di Jakarta dan tinggal sendiri alias ngekost. Kalo di rumah biasanya pempek dan cuko itu makanan yang rutin ada. Entah itu beli atau mama bikin sendiri. Kalo lagi pingin makan pempek ya tinggal bilang. Tapi itu kalo di rumah, ini di kost cuyy beda. Makan aja seadanya boro-boro mau macem-macem.

Nahh karna akumulasi rasa kangen ini udah membuncah, jadilah saya berasa gampang bener serasa nyium wangi aroma cuko. Pernah saya kuat bener nyium aroma cuko dari tetangga yang lagi masak, ehh gak tau nya cuma lagi numis sayur doank. Di kosan temen juga pernah, kok berasa nyium wangi cuko. Yahh gk taunya temen cuma lagi makan nasi lamongan sama sambelnya. Parah bener dehh pokoknya.

Mungkin bakal ada yang mikir, beli aje kali di Jakarta banyak yang jual pempek! Tepat! Benar-benar solusi instan. Tapi masalahnya, susah nyari yang cita rasa aslinya sama. Kata senior saya sih ada yang jual, enak bener, orang Palembang asli, tapi harganya gak nyaman buat dompet anak kost. Hahh, terpaksa rasa kangen yang menyesakkan dada ini saya tahan. Hahaha #lebay

Akhirnya suatu sore temen saya ngajakin nyari jajanan buat temen ngemil begadang sambil nonton bola tar malemnya. Pas lewat didepan gerobak orang jual cakue, timbul lah hasrat ingin makan cakue. Maklum kami sama-sama belom pernah nyobain cakue. Okesipp jadi lah kami beli cakue murah meriah sepotong seribu. Ternyata pas dibungkus kami dikasih semacem saosnya, warna kuning, agak encer, kayaknya sih manis. Whatever, bawak pulang dulu.

Habis makan malem karena masih agak laper dan penasaran sama cakue tadi, jadilah kami sikat juga cakue hangat yang baru dibeli. Saosnya saya masukin mangkok, saya perlakukan sama kayak cuko. Warnanya sih kayak manis, tapi aromanya bilang ini pedes. Saya pun ambil sebatang cakue hangat dari dalam bungkus, sobek jadi potongan kecil, dan saya cocolkan lah ke mangkok berisi saos tadi. Subhanallah, ternyata enak dan yang lebih WOW nya lagi rasa saosnya tadi emang rada pedes dan m.i.r.i.p cuko.

Betapa senengnya saya, bisa sedikit mengobati sakau cuko yang saya alami. Pas makan cakue itu pun saya perlakukan sama kayak makan pempek. Gigitnya dikit ngirup cuko nya banyak. Nikmat yang ruarr biasa. Untunglah temen saya gak ikutan ngirup saosnya, cuma dicocol dikit doank. Jadi sisa saosnya banyak bisa saya hirup. Hahaha.

Jadi ada dua kesimpulan yang bisa saya ambil disini. Pertama, kalo anda sedang sakau cuko dan uang anda pas-pasan alternatif yang bisa anda coba adalah beli cakue yang murah meriah dan minta lah saosnya yang banyak. Kedua, kalo makan pempek jangan cuma dicocol doank cuko nya. Coba hirup deh kayak kamu nyeruput kopi, hmm dijamin maknyos lahh.

Ok, selamat mencoba :D
Selengkapnya...

Kamis, 09 Agustus 2012

Kisah Iblis Bertemu Rasulullah

Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah :

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:

"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan memerlukanku. "

Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"

Kami menjawab : "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

Nabi menahannya :" Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab : "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "

Iblis menjawab : "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemahuanku, namun kerana terpaksa."

"Siapa yang memaksamu? "

"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

"Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

ORANG YANG DIBENCI IBLIS

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya? "

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"Lalu siapa lagi?"

"Orang Alim dan wara'"

" Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."

"Apa tanda kesabarannya? "

" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."

"Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya ?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "

"Usman bin Affan?"

"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya ."

"Ali bin Abi Thalib?"

" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

AMALAN YANG DAPAT MENYAKITI HATI IBLIS

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?"

"Aku merasa panas dingin dan gementar. "

"Kenapa?"

"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."

"Jika ia berhaji?"

"Aku seperti orang gila. "

"Jika ia membaca al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."

"Jika ia bersedekah?"

"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa jadi begitu? "

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"

"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"

"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam. "

"Apa yang dapat menusuk matamu?"

"Solat fajar(subuh)."

"Apa yang dapat memukul kepalamu? "

"Solat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu? "

"Majlis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku manusia."

MANUSIA YANG MENJADI TEMAN IBLIS

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"

"Penzina."

"Siapa teman tidurmu?"

"Pemabuk.."

"Siapa tetamumu? "

"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"

"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"

"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu? "

"Orang yang meninggalkan solat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "

"Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "

Iblis segera menimpali :" Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca, yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

IBLIS DIBANTU OLEH 70.000 ANAK-ANAKNYA

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaitan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanita-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaitan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.

Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah makhluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'solatmu tidak sah'.

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.
Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.

Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan diapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.'

Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

10 PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"

"10 macam"

"Apa saja?"

Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara-saudara syaitan." (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "Wahai muhammad, aku tak bolej menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda."

Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119)
Juga membaca, "Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata : "Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong."

Terima Kasih Anda Telah Membaca..semoga bisa menjadi Sebuah Renungan Yang Berharga Bagi Aku Kamu Dan Kita Semua. Aamiin

Bagikan Ini Pada Teman Dan keluargamu ....Semoga Bermanfaat
Selengkapnya...

Dua Kutub Socnet di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah Ramadhan telah memasuki 10 hari terakhir. Bersyukur bukan karena akan segera bebas dari menahan haus dan lapar, tapi bersyukur karena 10 hari terakhir di bulan Ramadhan terdapat keutamaan yang luar biasa yaitu "itqun minannar" (dibebaskan dari api neraka).

Untuk artikel kali ini izinkan saya untuk sedikit menyampaikan apa yang saya amati di jejaring sosial selama Ramadhan. Sengaja artikel ini terbitnya di fase akhir Ramadhan, karena emang biar bisa lebih lama mengamati pola yang terjadi di socnet selama Ramadhan.

Secara umum dari yang saya amati, ada dua tipe perubahan pada akun-akun di socnet selama Ramadhan ini. Jadi lebih pasif dan ada yang jadi lebih aktif. Mari kita bahas satu persatu.



Pasif maksud saya disini jadi jarang terlihat melakukan aktifitas di socnet seperti nge-tweet, update status, atau posting foto di instagram. Tapi bisa jadi tetap on-line dan memantau perkembangan berita dunia maya atau membalas sapaan orang yang masuk. Sisi baik yang bisa diambil orang yang jadi pasif ini adalah dia lebih membatasi diri pada hal yang bersifat duniawi karna sedang lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Subhanallah. Bagus tohh, berarti mereka punya kegiatan positif di dunia nyata.

Tetapi semoga saja tidak hal yang sebaliknya. Yaitu pasif karena mencoba menghindari semakin maraknya akun yang berdakwah di dunia maya. Hal ini karena dirinya malas untuk disinggung atau mungkin malah ingin pura-pura tidak tahu. Wallahualam.

Kemudian yang satu lagi, aktif. Jelas ini kebalikan dari yang sebelumnya, yaitu jadi sering kelihatan di socnet. Lebih aktif disini maknanya jadi mulai suka ikutan dakwah baik secara langsung maupun tak langsung. Dikategorikan secara langsung bila dakwah yang dilakukan dari hasil tulisan dia sendiri berdasarkan ilmu dari Al-Qur’an dan Hadist. Sedangkan dikategorikan secara tidak langsung bila bentuknya penyampaian ulang bisa dari denger ceramah terus di share, atau yang gampang berupa retweet kalo di twitter.

Ingatkan dengan hadist Rasulullah yang satu ini:
Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Saya yakin salah satu hal menyemangati dari mereka yang lebih aktif ini adalah hadist tersebut. Selain itu, saya juga yakin penyemangat mereka adalah sebagai bentuk memuliakan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak berbagi kebaikan, dan saling mengingatkan sesama saudara seiman. Bukankah memang manusia ini makhluk yang gampang lupa? Sehingga sangat perlu kita untuk saling mengingatkan.

Semoga tidak ada yang berpikiran bahwa, akun-akun yang jadi lebih aktif dengan semangat keislaman ini sok jadi ustad dadakan. Dan semoga memang tidak ada yang berniat atau sekedar terlintas dipikirannya untuk seperti itu. Naudzubillah.

Mengutip salah satu tweet dari ust. @felixsiauw, yang kurang lebih isinya begini:
“bukannya sok pintar, menggurui, atau bahkan marah tapi lebih karena ingin berbagi tempat di surga”.

Saudara seimanku yang aku sayangi karena Allah, bukankah indah niat ikhlas dari mereka yang ingin saling mengingatkan, yang ingin mengajak sama-sama menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan benar? Tentu akan jadi lebih indah lagi, bila niat baik ini diberi sambutan yang baik pula dengan sama-sama memulai memperbaiki diri dan menata hati sesuai dengan norma agama yang telah Allah gariskan.

Di salah satu ceramah saya pernah dengar begini:
“manusia itu bukannya lupa, tapi sudah tidak takut lagi dengan adzab Allah”.

Apakah kita yang telah berani menyepelekan perintah dan larangan Allah, atau sudah berani mau nawar hukum Allah, terus maunya disesuain dengan kehendak kita, memang sudah tidak takut lagi dengan adzab Allah!?

Kalo kata wong Palembang: “Alangke melawan kau dengan Sang Khalik bae kau dak takut! La gagah nian apo kau tuh !?

Naudzubillahiminzalik. Semoga kita tidak termasuk orang yang sok gagah teresebut. Aamiin

Sebagai penutup artikel ini saya cuma mau bilang:
mau jadi yang kutub pasif ataupun aktif, yang penting mudah-mudahan kita ada didalam sisi baiknya :)

Selengkapnya...

Rabu, 08 Agustus 2012

“Please Gue Butuh Nasehat Lo”

Wuihh,, kalo jadi salah satu chapter dari novel kayaknya keren juga tuhh. Hahaha. Sayang saya sedang tidak menggarap sebuah novel. Lagi baca novel pun enggak, udah lama nih gak ketemu novel bagus. Ada rekomendasi novel gak? Hehe



Emm, pernah dapet kalimat ini gak dari temen atau sahabat mu? Kalo gak persis kayak kalimat itu, pokoknya yang intinya ke arah sana dehh. Ya udah kalo enggak juga gk pp deh, hayoklah kita bahas disini :D

Saat kita menghadapi sebuah masalah, adakalanya kita membutuhkan orang lain untuk memberi kita nasehat. Tak perlu lah kita jadi sok tangguh dengan sok bertahan gak mau minta nasehat orang lain. Yang ada ntar malah kita jadi stres.

Sebagai orang yang memberi nasehat tentu kita ada baiknya pertama-tama adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Dengerin dulu masalah dia apa, terus analisa saran apa yang bisa kita berikan, kemudian yang gak kalah penting mencari kalimat yang pas agar saran yg hendak kita sampaikan itu dapat ditangkap secara utuh, bukan malah salah pengertian.

Beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah kita beri nasehat antara lain orang tersebut akan langsung terima, iya emang aku blablabla. Ada juga yang bakal ngebantah dan kasih penjelasan lanjutan, gak gitu gini lohh blablabla. Ok kita terima semuanya, kalo reaksi pertama alhamdulillah tinggal kita tenangin aja orangnya. Tapi kalo reaksi kedua? Ya kita perlu ulang lagi step sebelumnya. Bisa jadi emang kita yang belom menangkap secara utuh masalah yang tengah orang tersebut hadapai.

Tapi pernah gak malah nasehat yang kita coba kasih ke orang itu dibantah mulu’ atau cuma diiyain terus ngeloyor pergi, atau yang ini nih diiyain tapi gak dilakuin. Gak masalah, terima aja semuanya. Itu hak orangnya kok mau nerima atau enggak.

Berarti kita aja yang perlu memposisikan diri ke “mode” yang lainnya. Karena mungkin sebenarnya orang tersebut butuh seorang pendengar saja bukan nasehat.

Dibeberapa kasus memang kadang ada yang hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan. Kalo bahasa anak muda jaman sekarang curhat a.k.a curcol. Pada kasus seperti ini sebenarnya yang ia butuhkan sebenarnya bukan saran. Melainkan orang yang mau mendengerkan keluh kesah dia dengan sesekali diberi respon biar gak seperti ngomong dengan tembok. Efeknya nanti biasanya akan sama, lega.

Jadi intinya disini saat ada teman kita bilang "please gue butuh nasehat lo", terima dulu karna pasti dia sedang dalam masalah. Tapi kalo dalam perjalanan ceritanya nanti seperti yang saya tulis diatas, berarti sebenernya dia cuma butuh pendengar. So, mari jadi pendengar yang baik.. :)

Selengkapnya...

Rabu, 01 Agustus 2012

Kalo Mempertahankan Susah Kejar Aja Terus

"Mempertahankan lebih sulit dari merebut

Pasti udah sering denger kalimat diatas. Jadi ya kalimat itu biasanya sering kita denger saat seseorang yang pernah mencapai suatu prestasi, lalu dihadapkan untuk kembali mendapatkan prestasi yang sama.



Tapi ngomong-ngomong kalimat tersebut termasuk apa ya? Maksud saya apa pepatah, peribahasa, atau apa gitu. Ya udah kita anggap pepatah aja deh.

Dengan atau tanpa kita sadari kalimat ini bisa meracuni pikiran kita. Hingga sedikit banyak akan menjadi beban saat kita dituntut harus mencapai prestasi yang sudah kita capai sebelumnya.

Gitu aja kok repot. Waktu SMA dulu salah seorang guru saya pernah bilang yang kurang lebih maksudnya gini, ngapain pilih yang susah kalo ada yang lebih mudah. Kalo emang mempertahankan susah ya tinggalin, kejar aja terus.

Eitss, tunggu dulu. Maksud guru saya itu bukan berarti menyerah loh. Mari kita mulai membahasnya.

Coba bayangkan, saat kamu dalam sebuah kompetisi apa yang kamu lakukan untuk memenangkan kompetisi tersebut? Jawabannya mungkin beragam, tapi bisa jadi intinya adalah melakukan yang terbaik. Ya itu kuncinya! Saat kamu melakukan yang terbaik yang kamu bisa maka, kamu akan mengerahkan segenap potensi diri yang kamu miliki agar dapat mencapai hasil yang mau kamu capai tersebut. Ok katakanlah kamu mendapatkannya.

Sekarang misal kompetesi tersebut ada lagi. Saat kamu hanya berpikiran untuk bisa mempertahankan, hasilnya kamu hanya akan mendapatkan capaian yang sama. Bagaimana dengan lawan-lawanmu? Kamu akan jadi acuan, yaitu titik yang harus mereka lewati. Maka mereka akan terus menerus latihan dan meningkatkan diri agar kamu dan capaian mu terlewati. Kamu tau apa masalahnya? Mereka memegang kunci sukses yang kamu genggam sebelumnya. Yaitu lakukan yang terbaik.

Sekarang mari kita coba bawa ke contoh nyata. Misal deh, kamu berhasil memperoleh prestasi tingkat kota. Kalo misalnya nanti mempertahankan prestasi tingkat kota mu itu susyah, ya udah tinggalin aja. Lebih gampang merebut atau mengejar kan? Kalo gitu kejar prestasi tingkat provinsinya aja atau lebih nasioanal dan internasionl juga boleh. Hehehe

Mungkin sebagian orang bakal pikir, iye ngomong gitu mah gampang, prakteknya gak sesederhana itu!

Benar, tapi sikap mu salah.

Disini saya bukan mencoba membawa dunia fiksi ke dunia nyata yah. Tapi saya mau menunjukkan bahwa ini semua berkaitan dengan pola pikir atau kerennya mind set, yang ujung-ujungnya mensugestikan kamu dan pikiranmu. Kalo pikiran kita sudah berpikir, wah ini berat, yakin deh bakal jadi lebih berat dari kenyataannya.

Ohh atau sebenernya pepatah itu mau dipake sebagai pembenaran atas kegagalan kita. Aduh jangan lah ya, masa’ nyari pembenaran ikhlas aja terima kebenaran yang ada ;)
Selengkapnya...

:: My Banner ::

:: Followers ::

:: My Community ::

Komunitas Blogger WongKito Kaskus Blogger Community
-

:: My Twitter ::

 

[Get Widget]