Mungkin bagi para Blogger sekalian, aktifitas surfing di internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Biasanya kalau sudah On Line pasti ada saja file yang ingin kita download atau unduh. Baik itu lagu, video, document, atau apapun itu yang mengharuskan kita mengunduh file tersebut. Tapi masalahnya, tidak semua orang memiliki akses internet yang cukup cepat untuk mengunduh file. Terkadang pula, kita ingin berhenti sejenak dalam proses mengunduh, lalu ingin melanjutkannya kembali tanpa harus mengulang dari awal lagi. Nah, IDM 5.17 ini hadir untuk menjadi solusi anda sekalian.
Setelah sebelumnya 3 kali mengeluarkan IDM 5.16 dari build 1 sampai dengan IDM Build 3. IDM 5.17 Final dirilis untuk memperbaiki bug ketika mendownload file diatas 4 GB dan juga peningkatan file media pada web player di IE. Internet Download Manager merupakan sebuah pilihan yang sangat tepat sebagai Download Accelerator dan Download Manager, karena dapat meningkatkan kecepatan download.
Jika kita selama ini sudah terbiasa menjadikan IDM sebagai Download Manager, maka rasanya kita perlu untuk melakukan update. Untuk yang belum mempunyai IDM bisa menggunakan software ini sebagai download manager. Karena bisa meningkatkan kecepatan download ketika anda mengunduh suatu file di internet.
Petunjuk Install IDM 5.17 Final :
• Download dan ekstrak IDM v 5.17
• Lakukan proses installasi pada file idman517.exe
• Jika sebelumnya sudah terinstall IDM versi lama bisa menimpa dan melanjutkan installasi dengan file installer IDM yang baru
• Setelah proses installasi selesai, gunakan file yang terdapat didalam folder Patch 5.xxx agar IDM 5.16 menjadi Full Version
• Selanjutnya jalankan file Patch 5.xx (2008-12-06).exe
• Finished
Bagi anda sekalian yang ingin mendownload file ini silahkan klik disini
http://d60pc.com/redirectdownload/internetdownloadmanager-517.html
Selamat mencoba !!!
Sumber: www.d60pc.com
Selengkapnya...
Sabtu, 15 Agustus 2009
Internet Download Manager 5.17 Final
Sabtu, 08 Agustus 2009
Fantastic Four of Kirana17 (part2)
Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Fantastic Four of Kirana17 (part1). Pada artikel yang pertama ini baru dua orang yang saya ceritakan. Nah, dua orang lagi akan saya ceritakan di dalam artikel ini. Tapi mungkin saya tidak dapat mendeskripsikan mereka terlalu banyak karena , masa jabatan mereka yang diluar masa aktif saya sebagai anggota KIRANA17.
Baiklah, The Next Leader of KIRANA17 untuk masa jabatan 2008 – 2009 adalah Adzuri Aditia. Menurut saya Adzuri ini orang nya memiliki rasa tanggung jawab dan respect yang baik terhadap eksul nya ini. Rasa nya pantas teman-teman nya memilih dia dengan hasil voting 100%.
Selanjutnya adalah Wafiakmal Mitfah. Namun sayang nya, sangat sedikit hal yang dapat saya ceritakan tentang Ketua KIRANA17 untuk masa jabatan 2009 – 2010 ini. Satu-satunya yang dapat saya ceritakan adalah saat pemilihan Wafi sebagai ketua.
Pemilihannya bertepatan dengan acara perpisahan Super Senior (SS) KIR angkatan sepuluh. Waktu itu, acara pemilihan nya berlangsung cukup alot. Ada delapan orang calon ketua KIR yang di rekomendasikan, terdiri dari tiga orang laki-laki dan lima orang wanita. Nah beberapa perwakilan dari SS saat itu dimintai pendapat nya tentang kedelapan orang ini. Setelah itu mereka diminta untuk bermusyawarah untuk mengambil keputusan akhir nya. Suatu hal yang sudah jarang ditemukan dalam pengambilan keputusan di negeri ini.
Akhirnya, diputuskanlah Wafi sebagai Ketua KIR yang baru. Namun, saya teringat pada satu pertanyaan yang ditujukan pada Wafi setelah diambil keputusan ini. Kurang lebih pertanyaan nya adalah, “Apakah Anda bersedia untuk menjadi ketua KIR yang baru??”. Dan jawaban nya bersedia..
Yah,, mungkin artikel ini agak terkesan berantakan. Maklum baru sempet posting, kemarin-kemarin sibuk ngurusin buat kuliah. Oh iya, buat yang mau download foto-foto Perpisahan Ekskul KIR kemarin, silahkan download di:
http://www.ziddu.com/download/5873264/compressed.zip.html
Selengkapnya...
Minggu, 24 Mei 2009
The Fantastic Four of KIRANA 17 (bag.1)
Wah, tak terasa waktu terus berputar hingga kini kita telah terdampar di tahun 2009. Rasanya masih segar dalam ingatan, kurang lebih sekitar 3 tahun yang lalu saat pertama aku menginjakkan kaki-ku di SMA Negeri 17 Palembang. Sebuah SMA dimana aku belajar banyak hal tentang kehidupan dan merasakan berbagai pengalaman baru dalam hidupku. Baik pengalaman bersama teman dalam menyelesaikan tugas sekolah yang begitu banyaknya. Atau bahkan merasakan yang namanya punya serching-an, walaupun datangnya agak terlambat, yaitu setelah aku kelas tiga. (Nggak apa-apa deh…)
Tapi kali ini aku akan sedikit bercerita tentang pengalamanku bersama ekskul ku tercinta yaitu, Kelompok Ilmiah Remaja Andalan Anak 17 atau yang biasa disingkat dengan KIRANA 17.
Mungkin sebagian dari pembaca sekalian bertanya-tanya, apa sih maksudnya Fantastic Four of KIRANA 17 ? Sebenarnya sih nggak ada hubungannya sedikit pun dengan film Fantastic Four. Tapi Fantastic Four disini maksud saya adalah empat orang Ketua Ekskul KIRANA 17 setelah masa vakum selama 1 tahun.
Sebelum saya bercerita tentang empat orang ketua KIR ini, saya akan sedikit mendeskripsikan tentang ekskul ini. KIRANA 17 adalah salah satu ekskul yang ada di SMAN 17 Palembang yang bergerak dibidang penelitian dan karya tulis ilmiah. Baik penelitian dibidang Ilmu Pengetahuan Alam maupun Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan.
Pada tahun ajaran 2005-2006 atau tepatnya pada angkatan 9 sekolah ini, KIRANA 17 terpaksa harus vakum dari dunia per-ekskul-an dikarenakan tidak adanya anggota baru. Nah, pada tahun berikutnya ekskul ini mendapatkan anggota baru sebanyak 24 orang sehingga menandakan bahwa ekskul ini siap eksis kembali di kancah per-ekskul-an dengan para anggota baru nya ini.
Sebagai sebuah organisasi, tentunya KIRANA 17 membutuhkan pengurus yang siap menjalankan tubuh oraganisasi ini. Salah satu yang sangat dibutuhkan, setelah Kepala Sekolah dan Pembina tentunya, adalah seorang Ketua Ekskul. Maka untuk mengisi jabatan sebagai Ketua Ekskul KIRANA 17 periode 2006-2007 ini dipercayakan kepada Al-Amin Putra Pratama Ma’ruf. Beliau tergabung dalam KIR bidang IPA walaupun pada kenyataannya pada setiap kegiatan ekskul ataupun penelitian dia lebih sering terjun di bidang Sosial dan Kemanusiaan.
Al-Amin adalah adik angkat dari Kak Desti Fithriati yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ketua KIR pada periode sebelumnya yaitu periode 2004-2005. Dari Kak Desti inilah dia banyak belajar banyak hal tentang KIRANA 17 dan berbagai kegiatan intern yang harus dijalankan. Maka jadilah Al-Amin beserta 23 rekannya yang lain menjalankan roda kehidupan KIRANA 17 agar dapat eksis di sekolah ini. Hingga akhirnya, pada penghujung tahun mereka harus mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk Demo Ekskul pada rekrutmen anggota baru.
Setelah proses rekrutmen anggota baru selesai, maka selayaknya sebuah negara maka harus diadakan reshuffle susunan pemerintahan. Termasuklah yang harus dilakukan pergantian adalah jabatan Ketua KIRANA 17. Setelah semua proses dilakukan maka terpilihlah Choirul Azim sebagai Ketua KIR periode 2007-2008. Dia terpilih untuk menggantikan rekannya, Al-Amin, dalam memimpin KIRANA 17 dengan semua anggota baru yang mereka peroleh dari hasil rekrutmen anggota baru.
Sedikit bercerita tentang rekrutmen anggota baru, beberapa eksperiment yang mereka tampilkan dalam Demo Ekskul kali ini antara lain, percobaan gunung berapi, melontarkan tutup botol tanpa disentuh, merubah telur ayam menjadi seperti telur penyu, dan robot sederhana. Semuanya itu mereka lakukan bersama didepan anak-anak kelas X yang diharuskan memilih salah satu dari sepuluh ekskul yang ada pada saat itu.
(bersambung ke Fantastic Four of KIRANA 17 bag.2 )
Selengkapnya...
Selasa, 12 Mei 2009
Sahabat, Cerita yang Tak kan Pernah Berakhir
Apa yang ada di benak anda, setelah mendengar kata Sahabat ? Mungkin sebagian dari kita akan menjawab, Sahabat itu tempat kita menceritakan semua rahasia kita walaupun itu sangat pribadi. Mungkin sebagiannya lagi akan menjawab, Sahabat adalah harta dimana memori kita tentangnya tak kan tergantikan dengan uang. Atau bahkan anda menjawab keduanya, yaitu tempat kita menceritakan semua rahasia kita dimana memori kita tentangnya tak kan terlupakan. Itu semua terserah anda. Tetapi yang jelas, dalam artikel ini saya akan sedikit menceritakan tentang tiga teman terbaik ku selama di SMA.
Berawal di kelas XI PSIA 5, sebuah kelas yang di dalamnya berisikan orang-orang dengan sifat yang beda-beda. Namun tetap ada kesamaan diantara kami, yaitu kami saling menyayangi dan kami hobi maen kartu. Berawal dari hobi yang sama inilah kami memberi nama kelas kami “Las Vegas”. Keren gak, kayak nama kota di mana gituh... (hehehe). Nah, dikelas inilah saya mengenal dua orang teman terbaikku. Yang pertama bernama Allan Dwifa Putra, tapi sering dipanggil orang Padus. Terus yang kedua Haris Firmansyah, sebagian orang memanggilnya (ehm, sorry) Bar-Bar. Tapi saya jarang loh, manggil dia kayak gituh.
Walaupun kami moving class sehingga membuat tempat duduk kami gak pernah mantep, tapi rata-rata teman satu meja kami yang itu-itu aja. Begitu pula dengan saya, kalau gak dengan Padus ya dengan Haris. Tapi kenyataannya saya lebih sering duduk dengan Padus.
Baikah, saya mulai dengan Padus
Padus itu kalau menurut saya adalah orang yang paling pinter diantara kami berempat. Gak cuma di pelajaran sekolah doank, tapi dalam banyak hal. Salah satunya dalam hal musik. Wah kalau udah ngomongin soal musik, udah deh diantara kami berempat ya cuma dia yang paling jago. Habis itu, menurut saya dia itu punya wawasan yang luas. Kalau diajak ngobrol tentang pelajaran, ngerti. Kalau diajak ngomong soal musik, apalagi. Kalau diajak ngomong soal film, okeh. Kalau diajak cerita tentang anime dan komik, wuih hobinya tuh. Pokoknya menurut saya dia itu multi talent.
Gak salah saya satu tim dengan dia pas ikut LKIR kemarin. Mulai dari kita ngembangin ide penelitian, ngumpulin data-data penunjang, ngolah data mentahnya, ngebuat jadi Karya Tulis, sampe akhirnya latihan presentasi buat mempresentasikan hasil penelitian kami di hadapan para juri di LIPI. Wah, pokoknya penelitian kemarin jadi asyik banget.
Berikutnya, saya akan beralih ke Haris
Haris itu menurut saya adalah orang yang paling fanatik diantara kami berempat kalau udah ngomong soal agama. Saya jadi inget kalau udah jam 12 siang, dia pasti hilang dari kelas dan anak-anak pada bingung. Trus kalau udah kembali dia bakal jawab, “Habis dari WC”. “Tapi kok dari arah masjid ?”. Eh dia jawab lagi, “Iya, dari WC masjid. Karena udah masuk Zuhur, ya sekalian sholat dulu deh”. Kalau udah jawab gitu, gak bisa dibantah lagi deh. Dan pada akhirnya semua orang dikelas bakalan maklum kalau pas jam 12 an anggota kelas kami berkurang satu.
Satu lagi kelebihan Haris diantara kami berempat yang baru kami sadari setelah duduk di kelas XII, yaitu dia paling jago di pelajaran Kimia. Gak telat-telat amat sih buat menyadarinya, habis pas kelas XII kami suka banyak nanya ke dia tentang Kimia.
Nah yang terkahir dari kami berempat adalah, Guntur Ramadhani
Saya menulis Guntur diurutan terakhir bukan berarti dia kurang berarti bagi saya. Tapi karena pas kelas XI kita belum sekelas, dan saya mulai dekat dengan dia pas di kelas XII. Tepatnya di kelas XII PSIA 6. Sebuah kelas yang juga unforgetable.
Jadi ceritanya pas kelas XII, saya, Padus, dan Haris kelas nya terpisah dikarenakan Rolling Class setiap 1 tahun. Nah, inilah awal mulanya saya mulai mengenal baik sosok Guntur. Selama di kelas XII dia lah yang menjadi teman semaja ku. Guntur itu menurut saya adalah orang yang paling sering bertukar pikiran dan pendapat dengan saya. Tidak hanya itu, saya paling banyak cerita tentang apa saja, termasuk searchingan-ku ya dengan Guntur. Habis itu, dia itu orang yang paling sering ber-jayus-ria dengan saya.
Oh iya, pas kelas XII ini kami suka belajar kelompok. Terutama pas mulai masuk ke semester 2. Nah, yang jadi markasnya rumah Guntur deh. Walaupun rumahnya ada di seberang Hulu Sungai Musi, tapi kami teteup bela-belain. Soalnya kalau udah belajar di rumah Guntur, stock makanan gak usah diragukan lagi deh. Mulai dari snack hingga makan siang. (hehehe)
Selain sebagai teman, Guntur itu adalah Rekan Bisnis saya. Sebuah bisnis yang baru mulai kami jalankan diakhir semester 2. Bisnis yang kami jalankan itu adalah Duta Business School (DBS).
Nah, itu lah sedikit cerita tentang tiga orang teman terbaikku selama di SMA. Tetapi yakinlah, memori indahku bersama mereka tak sebanding dengan apa yang aku tuliskan ini. Dan memori itu akan kukenang selalu. Sama seperti yang aku tulis di alkena, semoga persahabatan kita tak lekang oleh waktu. Jika kita bertemu di suatu hari nanti, ku harap kita semua telah menjadi orang yang suskes, dan kuharap kalian tak melupakan ku…
Selengkapnya...







